walau prosesnya rada mengerikan, hampir semua dari kami merupakan pemegang sabuk cokelat karate.
tubuh-tubuh lemah dari berbagai daerah ini digembleng dengan sungguh-sunguh oleh pak guru.
belum lagi gemblengan keadaan yang layaknya di kuil kungfu
(angkat air dua ember kiri kanan sudah biasa+sambil naik turun bukit)
ya saya tidak suka sih prosesnya, tapi kadang bangga juga kalau gini-gini sabuk cokelat.
walo yang tinggal hanya gedanbarai di kepala.
Comments
Post a Comment
any thoughts?