Skip to main content

sebuah kisah tentang ftv: cintaku di makassar

 

pernahkah kalian masuk ftv dan disiarkan di tv nasional?
kami pernah. 
ftv itu judulnya cintaku di makassar. 
konsep cerita tidak jelas-jelas banget. 
yang jelas kami sebagai extras dapat makan siang yang cukup beda dari biasanya. 

sekolah kami dipilih karena sekolah asrama di dekat malino (mungkin. atau bisa jadi alasan lainnya banyak talent lokal yang mau dibayar pake nasi kotak gratis)

akhirnya jadilah kami jadi extras/figuran anak pesantren yang secara tampang memang menyakinkan kalo ftv ini tujuannya menguras air mata. 

sepanjang ingatan saya dan wawancara singkat di grup angkatan (yang mereka lupa juga ini kejadian kelas 2 atau kelas 3):

saya dan tiga orang lainnya jadi murid ngaji pak ustad (yang bertatto dan tidak bisa mengaji)
kawan-kawan ada yang jadi imam sholat subuh (dan harus qunut), pagar keamanan (?), figuran sapu sapu depan asrama, dan pastinya paling banyak jadi jamaah sholat. 


akhirnya film rilis dan diputar siang hari tanpa ada dari kami yang bisa nonton film tersebut. masih ga yakin adegan adegan yang ada kaminya ikut masuk di film atau di-cut untuk kepentingan durasi.

setidaknya kami pernah masuk frame ftv. ftv yang tidak pernah kami lihat.   
dan untuk ftv yang menguras air mata, tampang kami (waktu itu) adalah jaminan akting natural untuk sebuah tontonan yang menjual kesedihan. 

mungkin suatu saat nanti ada alumni yang jadi produser, dan ingin membuat film yang proper maka saya usulkan:

alih-alih remake "cintaku di makassar", buat "cintaku di smudama" saja.



some little notes: ftv tersebut disiarkan di lativi. ada david chalik dan adi firansyah sebagai pemeran. 




 




Comments