ada lagi teman saya, satu lagi. saya tidak tau nama lengkapnya, orang-orang memanggilnya Nupi. seperti kucing memang. dia ini selayaknya teman. datang dan pergi. tapi selalu ada di hati. seperti lagu memang. dia bagaikan matahari yang terbit di utara, dalam malam yang terang benderang. seperti puisi memang. teman saya ini dari dulu, proses kami temanan juga saya lupa. lebih ingat proses pas gak temannya. suatu sore yang ramai dengan siswa yang berkarate, ada rusuh-rusuh. dia disana, saya disitu. harus milih memang. tidak teman, sekian lama. berteman lagi. ada yang pacaran. dia. kalau saya sih sering. eh dilarang-larang berteman. tidak teman lagi, sekian lama. tidak pacaran lagi loh dia, saya kawin. duluan daripada dia. sekarang dia syala-la, saya syali-li. tapi mari kemari. wahai teman. nupi namanya. mirip kucing. meong.
cacatan-catatan di sebuah pojokan