Sep 20, 2006

??meruang tak bertepi-tak berujung batas??

meruang tak bertepi-tak berujung batas

potongan lirik padi tersebut sekarang menjadi signature di emailku. meruang tak bertepi-tak berujung batas adalah frasa dari lagu lingkaran.
Terkadang kita mengalami keadaan ini. kita hendak lari dari suatu ruang bernama masalah, tapi ruang itu seakan tak bertepi dan tidak mempunyai ujung batas. masalah -yang saya anggap bagai suatu ruang- seringkali mengurung kita di dalamnya. segala usaha kita tuk bersegara keluar, termentahkan. saya cukup sering mengalami keadaan ini, terkurung rapat dalam ruang masalah. senyum memudar, motivasi secara drastis memuai. dan bodohnya saya, seringkali saya tidak pernah sedkit berusaha lari dari ruang ini. dan ketika saya lari pun ternyata, ruang ini tak bertepi tak berujung batas. saya pun lebih sering menyerah terhadap kungkungan ini. tapi ada kalanya saya bisa kabur dari ruang ini, saya mencoba menghantam tembok2 ruang ini. saya pun berhasil kabur sejenak dari ruang itu. tapi ada masalah pelik lagi, tembok yang rusak itu ternyata merusak kekokohan ruang lain. ruang lain seakan ikut terpengaruh dengan rusaknya ruang bernama masalah. ruang lain itu berupa ruang rasa. rasa yang ada dalam diri. sejenak lari dari ruang bernama masalah seakan muncul dengan seketika suatu ruang sesal. ruang itu walau tidak seganas dan seagresif ruang masalah ternyata mampu mengikis habis komitmen terhadap diri sendiri. bukannya saya tidak sadar akan usaha saya yang sia2. saya secara tidak langsung sering mencari pemecahan. pemecahan yang absolut sampai saat ini masih sulit saya temukan. tapi saya teringat kata2 yang saya buat sendiri waktu SMA. " jangan buat masalah, kalopun harus, hadapilah masalah itu" maknanya mungkin dangkal. tapi tidak bagi saya. terkadang bila ada masalah, saya coba menghadapinya walau kadang tanpa solusi tersiapkan. di benak saya cuma satu, jangan lari!!!! ternyata kadang solusi muncul begitu saja. bahkan terkadang masalah tidak benar2 ada. hanya pikiran yang terlalu mendramatisir suasana. tapi tetap saja, walau berkeyakinan diri saja yang terlalu mendramatisir tetap saja saya masih sering terkurung di sana. dan terdiam.

No comments:

Post a Comment

do you really need to give a damn??