Aug 21, 2006

Surat Buatnya, Undelivered

mellow. lagi menulis diiringi lagu mellow....semellow hatiku.sungguh, saya tidak sanggup terus begini. yang ada hanya saling menyakiti. semalam mungkin salah satu malam tak terlupakan dalam kerangka emosional.
i want you think that im the loser. i am the man who false. because everything i do just break the unfix relation. mengkronis sudah rasa bersalah ini. berbagai cara telah kuupayakan. yang semakin kusadari memperparah menghancurkan meleburkan merusak apa yang telah ada.
sebuah maaf tentulah tidak cukup untuk mereposisi semuanya. maaf hanya mereduksinya. maaf tak pernah mengeliminasi. maaf hanya kausa samar yang memproteksi dari kehancuran lebih.
tapi saya tetap saja tulus memintanya. berapologi dengan ikhlas. karena protipe semua aksi ini berasal dari blue paper yang mengakar di benakku.
mellow saja hatiku. biar mengimplant permanen semuanya. tiap detik ini berlalu dengan harga mati. tanpa proses bargain tak tentu. detik ini pasti berlalu dengan pasti.
semalam masih saja menggenangi kalutnya pikiran. semalam saya mencoba lebih jujur. hasilnya jelas. sesuatu telah terbunuh malam tadi.apa atau siapa tidaklah penting. yang lebih perlu dicermati adalah prosesnya. jelas bahwa keterbukaan adalah sesuatu yang tidak mudah, bahkan itu menghadirkan tangis dan membentuk luka.
maaf telah meradioaktifasi semuanya. semuanya telah meluruh. egoisme sempitku kini tinggal sebilah, selapis. kini tinggal berlalu

surat ini tak pernah tersampaikan...
alasannya? karena semuanya telah dibawa berlalu oleh angin malam....

1 comment:

Anonymous said...

...

Post a Comment

do you really need to give a damn??